• Februari 3, 2024

Dampak Minuman yang Beralkohol Dapat Memicu Diare

mikephilipsforcongress.com – Pernahkah kamu minum alkohol dan kemudian membuat perutmu sakit hingga diare? Kenapa bisa demikian? Ketika kamu minum alkohol, alkohol bergerak ke dalam perut dan diserap bersama dengan nutrisi makanan ke dalam aliran darah melalui sel-sel di dinding perut. Kondisi ini memperlambat pencernaan alkohol.

Jika kamu belum makan, alkohol berlanjut ke ke usus kecil di mana ia melewati sel-sel dinding usus dengan cara yang sama, tetapi dengan kecepatan yang jauh lebih cepat. Kondisi ini yang memicu diare, terutama ketika perutmu kosong. Informasi selengkapnya mengenai alkohol bisa menjadi penyebab diare bisa dibaca di sini!

Alkohol Mudah Diserap Tubuh

Faktanya, alkohol mudah diserap oleh jaringan di tubuh. Begitu alkohol memasuki tubuh, alkohol masuk ke aliran darah di mana beberapa penyerapan terjadi di perut. Jika ada makanan di perut pada saat itu, kecepatan penyerapannya akan melambat. Inilah mengapa orang lebih cepat merasakan efek alkohol saat perut kosong.

Setelah keluar dari perut, alkohol mulai diserap oleh usus kecil. Sebagian besar alkohol diserap di sini, tetapi sisanya masuk ke usus besar dan keluar bersama tinja dan urine. Perlu diketahui, alkohol dapat menyebabkan perubahan serius pada fungsi normal sistem pencernaan. Perubahan tersebut meliputi:

Peradangan

Saluran gastrointestinal menjadi meradang saat bersentuhan dengan alkohol. Alkohol juga dapat menyebabkan lebih banyak produksi asam di perut, yang meningkatkan iritasi dan peradangan, sehingga menyebabkan diare.

Penyerapan air

Air biasanya diserap dari makanan dan cairan yang mencapai usus. Usus besar mengeluarkan cairan dari tinja sebelum mengeluarkannya dari tubuh. Saat ada alkohol, usus besar tidak berfungsi dengan baik sehingga menyebabkan tinja cair dan terjadi dehidrasi.

Pencernaan lebih cepat

Alkohol mengganggu usus dan menyebabkan mereka bereaksi dengan mempercepat pencernaan. Otot-otot di usus besar berkontraksi lebih sering, mendorong tinja keluar lebih cepat dari biasanya. Percepatan ini dapat menyebabkan diare, karena usus tidak punya waktu untuk mencerna makanan yang lewat dengan baik.