Jerman Revitalisasi Wajib Militer: Strategi Baru Hadapi Ancaman Konflik dengan Rusia

mikephilipsforcongress.com – Jerman akan mengimplementasikan sistem wajib militer baru bagi warganya, sebagai respons terhadap kekhawatiran konflik dengan Rusia. Pengumuman ini dibuat oleh Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, pada hari Rabu (12/6).

Pistorius menjelaskan bahwa model wajib militer yang akan diterapkan tidak lagi mengikuti pola yang digunakan selama Perang Dingin. Fokus utama saat ini adalah pada peningkatan jumlah sukarelawan yang bersedia mengikuti wajib militer.

“Kami akan mengirimkan kuesioner kepada para pemuda berusia 18 tahun yang akan menanyakan tentang minat mereka, kecintaan terhadap olahraga, dan apakah mereka ingin menjadi sukarelawan di angkatan bersenjata,” kata Pistorius, seperti yang dilaporkan oleh Anadolu Agency.

Para wanita berusia 18 tahun juga akan menerima kuesioner yang serupa, meskipun tanpa adanya kewajiban untuk berpartisipasi, sesuai dengan ketentuan konstitusi yang berlaku.

“Kami tidak mewajibkan wanita untuk mengikuti wajib militer, namun kami akan terus berusaha meningkatkan jumlah wanita yang bersedia menjadi sukarelawan di militer,” tambah Pistorius.

Pemerintah Jerman bertujuan untuk melatih sekitar 5.000 sukarelawan tambahan dalam tahun pertama penerapan model baru ini, dengan harapan jumlah tersebut akan terus bertambah setiap tahunnya.

Dalam sistem baru ini, para sukarelawan diharuskan untuk menyelesaikan enam bulan pelatihan dasar wajib militer, dengan total masa tugas yang bisa mencapai 23 bulan.

Para sukarelawan tersebut akan menerima gaji bulanan sebesar 1.800 euro atau sekitar Rp31,6 juta.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Kementerian Pertahanan Jerman berencana untuk meningkatkan jumlah personel militernya menjadi 203.000 oleh tahun 2031, dari jumlah saat ini yang berkisar 181.000.

Perlu dicatat bahwa Jerman telah menangguhkan wajib militer pada tahun 2011 dan beralih ke sistem yang lebih fokus pada tentara profesional.

Kylian Mbappe Angkat Bicara: Jerman Sebagai Favorit Kuat di Piala Eropa 2024

mikephilipsforcongress.com – Kylian Mbappe, striker terkemuka Prancis, menyampaikan pujian tinggi terhadap tim nasional Jerman, yang ia sebut sebagai salah satu kontestan terkuat untuk meraih gelar Piala Eropa 2024. Turnamen prestisius ini akan diadakan di Jerman mulai tanggal 15 Juni 2024 dan berlangsung selama satu bulan.

Timnas Prancis, atau Les Bleus, telah sampai di Jerman pada tanggal 12 Juni dan mengambil posisi di kamp latihan di Paderborn. Prancis berada di Grup D bersama Belanda, Austria, dan Polandia dalam fase grup turnamen ini.

Mbappe menyampaikan komentar ini tidak lama setelah kedatangan timnas Prancis. Dia menekankan tujuan timnya untuk mencetak sejarah dengan meraih trofi Piala Eropa. Selain itu, Mbappe juga memberikan penilaian terhadap tim tuan rumah. Dengan memimpin Kai Havertz, Jerman dinilai sebagai kandidat kuat, terutama setelah mereka mengalahkan Prancis 2-0 dalam pertandingan uji coba Maret 2024.

Namun, Mbappe menegaskan bahwa hasil pertandingan uji coba tersebut tidak akan mempengaruhi pendekatan atau semangat timnya di turnamen sebenarnya. “Pertandingan persahabatan tidak dihitung. Kekalahan di bulan Maret tidak berarti apa-apa sekarang,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Bild, media Jerman.

Mbappe juga mengakui kemampuan Jerman untuk tampil di momen krusial. “Terlepas dari kekalahan, Jerman memiliki tim yang hebat. Secara umum, Jerman selalu hadir ketika ada sesuatu yang dipertaruhkan. Mereka selalu bangkit dari kemunduran,” tambahnya.

Mengungkapkan kegembiraannya tentang prospek pertemuan kedua tim di final, Mbappe berkata, “Saya akan sangat senang jika bisa bertemu Jerman di final.” Komentarnya menyoroti harapannya untuk sebuah pertarungan sengit di puncak antara dua kekuatan besar sepak bola Eropa.